oleh

MANGANAN Budaya Kental Warga LEDOK KULON

Bojonegoro, Rodainformasi.com,- Manganan tujuan dari tradisi ini sendiri adalah sebagai rasa syukur atas pengharapan dari keyakinan masyarakat agar terhindar dari balak atau menghindari sesuatu yang buruk yang akan terjadi di Kelurahan Ledok Kulon.

Tradisi inipun berlangsung secara turun-temurun setiap bulan Suro hari Selasa Kliwon dan sampai sekarang belum diketahui asal dan mula tradisi tersebut. Tetapi meski warga Kelurahan Ledok Kulon sendiri belum mengetahui asal mula dan kapan dimulai tradisi ini masyarakat tetap melakukan tradisi ini dengan alasan meneruskan tradisi leluhur.

Saat ini, tanggal 17 Agustus 2021 prosesi Manganan yang dilaksanakan tersebut bertepatan dengan HUT RI Ke 76 Tahun. Selain berdoa bertujuan untuk rasa bersyukur juga berdoa untuk bangsa Indonesia agar diberikan kesehatan atas wabah yang menimpa. Banyak warga kurang lebih 30 Khususnya ibu-ibu dan anak – anak dari Kampung RT 02. Rw 04 Ledok Kulon turut melaksanakannya.

Prosesi tradisi manganan yang dilakukan oleh warga Rt 02. Rw 04 ini tidak seperti dahulu, yang biasa dilakukan di TPU Ki Andong Sari. Disebabkan adanya aturan pemerintah terkait pandemi covid 19. Namun dilakukan di salah satu halaman rumah warga yaitu dengan membawa ambeng/nasi yang dilengkapi dengan sedikit aneka lauk-pauk, sayur-sayuran yang sudah dimasak.

Baca Juga  Pandemi Covid-19 Masih Mewabah, Kapolres Bojonegoro Blusukan Pastikan Kesiapan Posko PPKM.

Menurut salah satu tokoh masyarakat yang sebagai pemimpin doa syukuran
manganan kampung Rt.02. Rw 04, yakni Mbah Jupri, mengatakan, “Tradisi ini sudah ada sejak saya berada di kampung ini, dan tradisi inipun turun temurun, inti dari manganan ini adalah bersyukur tidak lain kepada Tuhan yang maha Esa, itu saja,” ucap Mbah Jupri.

Reporter : Ras

Komentar

Berita Rekomendasi