oleh

Nilai Tertinggi Usai Ujian Perangkat Desa di Bojonegoro. Logiskah?

 

Oleh : Muhammad Nastain

Bojonegoro, Rodainformasi.comDi beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro – Jawa Timur telah usai melaksanakan ujian perangkat desa dengan hasil nilai tinggi, fantastis dan bombastis.

Contoh saja hasil ujian Perades di Kecamatan Sukosewu, Baureno, Kanor, Sumberrejo dan Kecamatan Kapas.

Dengan menggandeng pihak ketiga – pembuat soal, pelaksanaan ujian Perades di beberapa wilayah kecamatan menggunakan metode atau model yang berbeda Dan penunjukan pihak ketiga memang menjadi kewenangan tim pengisian perangkat desa. Sedangkan pihak kecamatan hanya memfasilitasi tempat dan waktu.

Sedangkan desa yang melangsungkan ujian Perades dengan metode atau model koreksi menggunakan scanner dan koreksi manual. Koreksi manual dengan cara di koreksi lembar jawaban secara bersama – sama dan di awasi para saksi.

Tapi apakah sudah menjamin pelaksanaan ujian perades yang dilaksanakan serentak dengan menggandeng pihak universitas itu jujur dan transparan. Apakah tingkat kebocoran soal atau kunci jawaban dapat di minimalisir?

Berlogika, mencermati hasil nilai peserta ujian Perades yang tertinggi hampir bernilai 90 ke atas. Padahal jumlah pertanyaannya sebanyak 100 soal dengan batas waktu bervariasi 90 menit dan 100 menit.

Jika 100 soal dengan durasi waktu 100 menit atau 90 menit peserta dapat menyelesaikan atau menjawab soal dalam waktu 1 menit per 100 menit. Sedangkan jika durasi waktu 90 menit dengan jumlah soal 100, para peserta harus menyelesaikan jawabannya kurang dari 1 menit (60 detik).

Nampaknya masih di mungkinkan jika menjawab 100 soal dengan waktu 100 menit dengan hasil nilai berkisar 75 sampai dengan 80.

Padahal waktu untuk membaca pertanyaan butuh waktu sekira 1 menit sampai dengan 1,5 menit untuk mengarsir di LJK. Namun sebagian peserta memperoleh nilai fantastis sebesar 90 ke atas. Bisa di uraikan waktu membaca 1 menit dan mengarsir di LJK 30 detik (0,5 menit).

Artinya tingkat keceradasan para peserta yang memperoleh nilai di atas 90 sangat luar biasa. Karena bisa menyelesaikan pertanyaan sebanyak 100 dengan waktu 90 menit dan bernilai 90 lebih

Terdapat juga model ujian dengan soal yang sudah jadi di lembar masing – masing yang dibagikan kepada peserta. Dengan begitu peserta bisa langsung mengerjakannya dan menjawab pertanyaan dengan tanda silang. Namun pengkoreksian dengan cara manual.

Namun logis dan tidak logis nilai, hasil ujian perangkat desa telah usai berlangsung. Para peserta dengan nilai tertinggi layak di nobatkan sebagai perangkat desa baru dengan formasi jabatan di wilayah desa setempat.

Entah jujur entah curang, entah transparan atau tidak, tergantung bagaimana mencermatinya. Sebab kejujuran itu tak.kasat mata dan hanya bisa di rasakan. Sedangkan transparan pun bisa disaksikan saat ujian perades dilaksanakan hingga selesai.

Seorang peserta yang tidak lolos berceloteh,” kalau model ujiannya seperti ini lebih baik gak usah pakai ujian atau tes serentak. Di tunjuk saja.. Agar tidak merugikan para warga yang telah bersusah payah ikut berkompetisi dan ujung – ujungnya hasilnya seperti ini”.

Ya begitulah ujian Perades yang dilaksanakan serentak mau pun mandiri. Sebagian tetap dominan ditumpangi kepentingan dari pihak lain yang memanfaatkan event tersebut.

Bahkan terdengar kabar ada formasi lowongan perangkat desa yang diperjualbelikan dengan berbagai motif. Namun yang perlu di soroti adalah apakah dalam kompetisi ujian Perades di beberapa kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dimanfaatkan dan ditumpangi pihak yang berkepentingan pribadi atau kelompoknya. Dan yang perlu di antisipasi adalah tingkat kerawanan bocornya soal dan jual beli kunci jawaban.( Redaksi). 

Penulis adalah wartawan dan pengamat sosial – budaya. 

Baca Juga  Kades Mlinjeng Bersama Polsek dan Koramil Sumberrejo Bagikan Paket Sembako dan Daging Qurban.

Komentar

Berita Rekomendasi