oleh

Oknum Petugas PLN Bertindak Arogan Dalam Melaksanakan Tugas Copot Meteran Pelanggan.

Probolinggo, Rodainformasi.com – Oknum petugas PLN inisial ( RYN ), sangat arogan melayani pelanggan dalam bertugas mereka melakukan penggantian meteran dari pasca bayar ke prabayar tanpa prosedur yang benar.(12/04/2022).

Kejadian yang menimpa keluarga pelanggan atas nama Nawepa yang berdomisili di dusun Jerukan, RT.11/RW.02 Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Meteteran listrik yang dimiliki oleh pelanggan tersebut adalah meteran pasca bayar kemudian diganti meteran prabayar tanpa seijin pemiliknya.

Menurut pelanggan pemilik meteran mengaku memang ada keterlambatan pembayaran satu bulan sebesar Rp 80.000,- dan pada saat ditagih oknum petugas PLN melakukan penekanan serta mengancam kalau tidak dibayar pada saat itu ( 5-4-2022) meteran akan diganti,” akunya.

Masih dalam keteranganya, ia mengatakan sesuai dengan aturan bahwa dalam akan atau mau melakukan pencabutan meteran seharusnya ada somasi terlebih dahulu kepada kami selaku pemilik, misalkan teguran kan ada aturan sesuai tahapan selama dua bulan dan baru bulan ketiga dilakukan pemutusan sementara dahulu dan apabila tidak ada itikakat baik membayar maka dilakukan pemutusan permanen,” tukasnya.

Baca Juga  Sukses Jadi Manajer Sepaktakraw PON Jabar, Hudiyono  Ditunjuk Ketua KORMI Jatim

Senada apa yang disampaikan anak dari pelanggan bernama Asia kepada awak media, sebenarnya pelanggan sebelumnya sudah minta waktu satu hari mau dibayar lunas, karena masih nunggak satu bulan.

Menurutnya karena masih usaha pinjam sama majikan nya karna dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tetapi oknum petugas PLN tidak menghiraukan bahkan hari itu juga langsung mengganti meteran tanpa melalui prosedur peraturan yang benar, hal ini oknum petugas PLN di duga telah merugikan pelanggan karena perbuatan sewenang – wenang.

Awak Media RodaInformasi mencoba menghubungi oknum PLN melalui HP seluler selalu dirijek dihubungi melalui WA dibukak dan dibaca tetapi tidak direspon.

Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait dengan penggantian meteran tersebut selanjutnya awak media mendatangi kekantor PLN Kota Probolinggo pada hari Sabtu (9-4-2022) hanya ditemui sekuriti karna pegawai libur, kemudian datang lagi hari Senin (11-4-2022) di temui langsung oleh bagian pelayanan pelanggan, namun penjelasannya muter muter dan membingungkan, setelah ada perdebatan panjang akhirnya ada solusi untuk mengembalikan meteran tersebut, namun selang beberapa menit solusi itupun berubah, kembali keawal, sepertinya menurut dugaan ada kongkalikong dengan petugas pencabutan meteran tersebut

Baca Juga  Sat Reskoba Polres Lamongan Ungkap Kasus Peredaran Narkoba.

Awak media mengatakan kenapa kok berubah seharus kalau sudah ada solusi jangan dirubah lagi, kenapa kok bisa mincla mincle, padahal awak media kekantor PLN tujuannya mengklarifikasi
bukan mau debat, karena mulai terjadi pencabutan listiknya padam dan didalam keluarga itu ada balita yg jg ikut jd korban pemadaman listrik secara sepihak tersebut

Pihak pelanggan berharap meter listrik dikembalikan semula dan tidak mau diganti dan kalau tidak dikembalikan seperti semula, akan dilaporkan ke pihak yang berwajib (sam/ang)

Komentar

Berita Rekomendasi