oleh

Tossa Milik Warga Nelayan Terbakar, Polisi Masih Dalami Motif Kejadian 

Rembang, Rodainformasi.com – Salah satu tossa milik warga Nelayan di Dusun Gondangkrojo, Desa Kalipang, Kec. Sarang, Kabupaten Rembang, Terbakar. Jumat 25 maret 2022, pukul 03:30 WIB. Saat ditinggal pemiliknya mengikuti pengajian, dan istrinya sedang tertidur lelap.

Kejadian ini menimpa tossa milik korban bernama Muslimin alias Jalil, (36) th, dengan Nopol K 4341 CV, dengan kondisi kendaraan tossa tersebut hangus terbakar.

Menurut keterangan korban, Saat kejadian istri korban sedang tertidur lelap, kemudian dibangunkan oleh salah satu tetangganya berinisial NN (saksi) yang saat itu mau berangkat melekan dan melihat kejadian kebakaran tersebut.

Saksi NN kemudian membangunkan istri korban dengan cara mengetuk pintu depan rumahnya berulang kali hingga istri korban terbangun, setelah istri korban terbangun dan membuka pintu rumahnya didepan sudah terlihat tossa milik suaminya sudah dilalap sijago merah, tanpa pikir panjang istri korban bersama tetangganya mengambil  air dan menyiramkan ke tossa tersebut hingga api itu padam.

Esok harinya korban melapor kejadian tersebut ke Mapolsek Sarang, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ditangani langsung oleh Aipda Karyanto, yang kemudian dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (Olah TKP).

Baca Juga  Polres Bojonegoro Bersama Petugas Gabungan Bantu Pencarian Korban Perahu Tenggelam .

Kanitreskrim Polsek Sarang Aiptu Zainal Abidin kepada awak media di dalam ruangan kantornya mengatakan, pihaknya tetap akan melakukan penelusuran terkait tossa milik warga yang terbakar dan akan mengembangkan ke penyelidikan.

“tetap akan kita lakukan penyelidikan, mengenai sebab kejadian terbakarnya tossa ini, apa ada unsur kelalaian, unsur kesengajaan, dan unsur yang lain, ini PR buat saya.” kata Aiptu Zainal Kanitreskrim Polsek Sarang. Jumat (25/3/22)

Dengan kejadian terbakarnya tossa tersebut, korban sangat terpukul dan shock, karena tossa tersebut adalah kendaraan buat mata pencaharian setiap hari, kerugian korban di tafsir mencapai Rp.6.000.000,- (Enam juta Rupiah) untuk biaya memperbaiki tossa kembali seperti semula. dan korban berharap Polisi bisa mengungkap kejadian ini yang sebenarnya. (red)

Komentar

Berita Rekomendasi