oleh

Insiden Di Pemandian Taman Sari Kraksaan Oknum Kepala Desa Di Duga Bertindak Arogan.

Probolinggo, Rodainformasi.com – Telah terjadi insiden keributan cekcok mulut yang berujung senjata tajam Clurit menghantam tangan korban Fadil ( 25 ) warga Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Selasa ( 03/05/2022).

Awal kejadian korban bernama Fadli sedang nyantai ditempat wisata pemandian desa Tamansari, tidak berselang lama datang seorang bernama Madin mendatangi Fadil, lalu menuduh korban membawa minuman keras, lantas terjadi cekcok mulut dan terlibat perkelahian dan Masin mengeluarkan sajam clurit diarahkan ke kepala Fadil lalu korban menepisnya kena tangan dan korban mengalami luka – luka.

Dalam keributan tersebut datang Kepala Desa Tamansari bersama 4 orang tim nya dengan mengendarai mobil Avanza warna silver dan turun lalu ikut memukul korban.

Oknum Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang baru dilantik, bersama 4 tim suksesnya secara bersama – sama terlibat pemukulan kepada korban , kejadian itu disaksikan warga Bulu Kecamatan Kraksaan dan Paiton. Atas insiden tersebut barang bukti berupa sajam clurit yang dipakai pelaku diamankan Rifa’i perangkat desa setempat.

Baca Juga  Dalam Peringatan Hari Raya Waisak 2566 BE Di Magelang , Ganjar Melepas Parade Waisak


Menurut warga desa Tamansari yang tidak mau di sebut namanya mengatakan tidak seharusnya oknum Kepala Desa ini tidak harus berperilaku seperti preman, yang juga ikut memukuli korban ,karena Desa punya Kantor sebaiknya di bawa kekantor desa untuk di berikan pembinaan secara moral, bukan malah dihakimi sendiri .ini kan negara hukum bisa juga dilaporkan ke pihak yang berwajib .ujar nya.

 

Atas perihal tersebut korban ( Fadil) melakukan langsung melakukan pelaporan ke Mapolres Probolinggo. Sekarang permasalahan ini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Probolinggo.

Menurut oknum Kades Tamansari saat dimintai keterangan dirinya memberikan klarifikasi lewat telepon oleh media dirinya mengatakan itu tidak benar, mana mungkin saya memukul warga saya sendiri, saya tidak pernah melakukan itu, ” ujarnya.

Dalam insiden ini, korban sudah mempersiapkan saksi – saksi lebih dari dua orang yang mengetahui kejadian oknum Kepala Desa ikut serta memukul. Menurut saksi yang belum mau disebut namanya siap jadi saksi di proses penyidikan sampai masalah ini tuntas ,karena baru sekarang saya liat oknum kepala desa arogan kayak ini. Saya akan bersaksi dimana saja sesuai apa yang saya ketahui,saya lihat dan saya dengar .ujarnya. Berita bersambung
( irawan)

Baca Juga  Pemdes.Bedahan Gelar Sosialisasi Dan BIMTEK, Pendataan SDGs Desa.Tahun 2021.

Komentar

Berita Rekomendasi