oleh

Ketua DPD RI Apresiasi Universitas Gajah Mada (UGM) Untuk Temuan Alat penyimpan Vaksin-19

“𝑨𝒍𝒂𝒕 π’Šπ’π’Š 𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕 π’…π’Šπ’ˆπ’–π’π’‚π’Œπ’‚π’ π’–π’π’•π’–π’Œ π’‘π’†π’π’…π’Šπ’”π’•π’“π’Šπ’ƒπ’–π’”π’Šπ’‚π’ π’Œπ’† 𝒅𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉-𝒅𝒂𝒆𝒓𝒂𝒉 π’•π’†π’“π’‘π’†π’π’„π’Šπ’ 𝒅𝒂𝒏 π’Œπ’†π’‘π’–π’π’‚π’–π’‚π’ π’šπ’‚π’π’ˆ π’Žπ’†π’Žπ’†π’“π’π’–π’Œπ’‚π’ π’˜π’‚π’Œπ’•π’– π’ƒπ’†π’“π’‰π’‚π’“π’Š-π’‰π’‚π’“π’Š π’…π’Š π’…π’‚π’π’‚π’Ž 𝒑𝒆𝒓𝒋𝒂𝒍𝒂𝒏𝒂𝒏.”

Jakarta, Rodainformasi.com – Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi inovasi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang berhasil menemukan teknologi alat penyimpanan vaksin COVID-19 yang disebut Smart Vaccine Tube.

“Saya mengapresiasi temuan teknologi tersebut. Kiprah perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah ditunjukkan Kampus UGM yang berinovasi mengembangkan alat penyimpanan vaksin COVID-19,” katanya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia inovasi teknologi yang ditemukan UGM itu patut menerima perhatian agar dapat dikembangkan ke depannya.

Ia menilai Smart Vaccine Tube amat berguna bagi pemerintah dalam mendistribusikan vaksin ke daerah-daerah terpencil yang membutuhkan waktu penyaluran.

“Alat ini dapat digunakan untuk pendistribusian ke daerah-daerah terpencil dan kepulauan yang memerlukan waktu berhari-hari di dalam perjalanan,” katanya.

Dengan alat yang mampu menjaga suhu 2-8 derajat Celcius itu, kata dia, sehingga vaksin dapat disalurkan dengan aman meski memiliki waktu distribusi yang lama dan dapat mempercepat pencapaian vaksinasi untuk mendapatkan kekebalan kelompok akan COVID-19.

Baca Juga  Ketua DPD RI Minta Kasus Antigen Bekas Diusut Tuntas

Temuan itu, katanya, dapat mengakselerasi program vaksinasi dengan kemampuan menjangkau ke seluruh daerah.

Dia berharap inovasi teknologi penyimpanan vaksin itu dapat dikembangkan lebih lanjut karena akan mempermudah jangkauan vaksin ke setiap daerah termasuk wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

“Terkait dengan hal ini, sebagaimana permintaan BPOM agar vaksin terjaga mutunya hingga di pelosok desa, teknologi ini dapat dijadikan jawaban. Tinggal perlu segera difinalisasi mengenai kapasitas dan keunggulan teknologi tersebut,” demikian LaNyalla. (Bledex)

Komentar

Berita Rekomendasi