Akselerasi Teknologi dan Digitalisasi, PLN dan Huawei Resmikan Joint Innovation Center

Jakarta || Rodainformasi – 25 November 2023. PT PLN (Persero) bersama Huawei Indonesia meresmikan kerja sama _Joint Innovation Center_ (JIC) dalam upaya percepatan pengembangan dan adaptasi teknologi baru, infrastruktur digital, serta transformasi digital guna mendukung langkah transisi energi di Indonesia. Peresmian tersebut ditandai dengan _signing agreement_ oleh kedua pihak di Kantor Pusat PLN, Jakarta, pada Jumat (24/11).

JIC merupakan wadah dan pusat pengembangan inovasi digital bersama yang _end to end_ dari bidang kelistrikan maupun diluar kelistrikan (Beyond kWh) yang akan memaksimalkan dan memperkokoh potensi-potensi bisnis yang dimiliki PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT) merupakan tantangan besar yang PLN dan dunia hadapi saat ini. Untuk itu keberadaan JIC ini akan menjadi landasan kuat dalam menjawab setiap tantangan dalam mencapai misi.

”JIC ini akan menjadi landasan, di mana kita akan mampu memetakan setiap tantangan teknis, tantangan strategis, tantangan operasional, tantangan investasi, sedemikian rupa. Sehingga setiap tantangan dapat diatasi, dapat dimitigasi, dapat dikelola sehingga kita dapat terus bergerak maju dan mencapai misi,” ujar Darmawan.

Darmawan melanjutkan, kolaborasi global semacam ini membuktikan kepada dunia bahwa PLN sangat serius dalam mengatasi perubahan iklim tak hanya di tingkat nasional dan kawasan tapi juga secara global.

Baca Juga  PLTS Messah Milik PLN Pukau Delegasi G20 saat Memanen Terik Surya

”Upaya bersama ini sebenarnya menunjukkan kepada dunia, bahwa PLN tidak hanya serius dalam memerangi perubahan iklim, namun kami mengambil kepemimpinan tidak hanya di tingkat nasional, tidak hanya di tingkat regional, tapi juga di tingkat dunia. Ini adalah perubahan iklim global, merupakan tantangan global, merupakan masalah global, oleh karena itu harus ditangani secara global,” lanjut Darmawan.

Untuk itu Darmawan sangat mengapresiasi pihak Huawei yang telah sepakat untuk bekerja sama dalam JIC bersama PLN. Dirinya pun berharap bahwa kerja sama ini mampu diperluas cakupannya sehingga dapat memberi dampak secara langsung bagi transformasi bisnis dan transisi energi yang dijalankan PLN.

”Saya dengan tulus mengapresiasi tim Huawei, tim PLN, dan para ahli. Luar biasa kerja kerasnya, semoga ini tidak hanya dilaksanakan, tapi juga segera diperluas, sehingga dampaknya langsung nyata juga di lapangan,” tutur Darmawan.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo menjelaskan, ada tiga hal yang menjadi kesepakatan bersama dari JIC kali ini. Pertama adalah _innovation center_, kedua _enablement center_, dan ketiga _experience center_.

”Kami telah merancang tiga aturan pokok dalam _joint innovation center_ kali ini. Kami ingin JIC ini dapat menghasilkan produk baru, solusi baru, model baru, dan aplikasi baru tidak hanya dalam industri kelistrikan tapi juga _Beyond_ kWh,” jelas Hartanto.

Baca Juga  Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya Pantau Pospam dan Posyan Ops Ketupat Semeru 2023

Hartanto optimistis, kolaborasi di antara dua _giants_ ini akan menjadikan PLN sebagai perusahaan listrik dan _beyond kWh_ yang tak hanya berjaya di Indonesia namun juga Asia Tenggara.

”Kami yakin bahwa inovasi bersama kita ini akan menjadikan PLN sebagai perusahaan terdepan di sektor ketenagalistrikan dan _Beyond kWh_,tidak hanya di Asia Tenggara melainkan di level dunia,” lanjut Hartanto.

CEO of Huawei Indonesia Guo Hailong optimistis JIC akan melahirkan banyak inovasi dan prestasi di antara kedua pihak.

”Saya sangat yakin kerja sama inovasi kita akan membuahkan banyak prestasi. Huawei sangat mengapresiasi hal ini, bahwa kami ikut berinovasi bersama PLN,” kata Guo Hailong.

Guo pun berharap kolaborasi semacam ini dapat dilanjutkan sehingga terbentuk ekosistem dan nilai bisnis yang unggul bagi tak hanya bagi PLN dan Huawei, tapi juga Indonesia.

”Jadi mari kita berinovasi, bekerja sama seperti bunga yang mekar untuk memperbaiki kekurangan, di masa depan mungkin dalam satu atau dua tahun kita akan melihat kembali hasil inovasi hari ini. Saya yakin ini akan menjadi momen yang luar biasa dan berkesan,” tutup Guo Hailong. (Maf)

Komentar