oleh

Camilan Kentang Mustofa Kriuk Di Bazar Murah Ramadhan Diminati Pembeli

Bojonegoro, Rodainformasi.com,- Bazar murah Ramadhan yang di gelar kelompok UMKM/IKM sejak tanggal 2 April kemarin di halaman rumah Ibu Imoet Argha jl. MH Tamrin no. 41 Kel. Ledok Kulon, Bojonegoro memukau penggiat kuliner jajanan setelah melihat salah satu jajanan camilan kentang Mustofa Kriuk.

Menurut Titik Darwati penggiat kuliner jajanan camilan asal warga kelurahan Ledok Kulon mengungkapkan, bahwa camilan kentang Mustofa Kriuk sangat pas buat menemani berbuka puasa.

“Kami belum mencoba rasanya, tapi keliatannya menarik dan enak,”ungkap Titik saat ditemui di lokasi bazar. Minggu sore (3/4/22).

Ibu Caterina pemilik usaha Kentang Mustofa Kriuk mengatakan bahwa, kentang kriuk miliknya mempunyai kekhasan rasa yang gurih dan manis. Dan juga Camilan Ana Setyaningsih tersebut sudah memiliki izin dengan nomor P-IRT :2153522011237-25.

Menurut Ibu Chatarina, komposisi produknya yang tercantum pada kemasan terdiri dari kentang mustofa, yakni bawang putih, lombok, gula, garam, dan asam matang. Kemasan produknya 100 gram dengan harga Rp 12 ribu dan omzet perbulannya kurang dari Rp 1 juta.

Baca Juga  Pemkab Bojonegoro Melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman Mendukung Pengembangan Industri Migas

“Tempat usaha kami di rumah Jl. Kolonel Sugiono Gg. Ababil No. 9 Desa Sumbang, Bojonegoro. Bagi yang ingin memesan dapat menghubungi saya via nomor HP. 081357777630,” jelas Ibu Caterina.

Dirinya menambahkan, untuk pemasaran produknya saat ini ada di KDS mall, toko Aneka Camilan, Toko Ria, dan melalui medsos.

“Awal buat kentang mustofa dari Ibu saya karena ibu saya dulu jualan nasi kuning lalu pakai lauk kentang mustofa. Dari situlah saya punya ide kenapa tidak mencoba menjualnya dengan kemasan yang menarik,” imbuhnya.

Dijelaskan cara pembuatannya, yakni kentang dikupas, setelah itu dipasrah dengan parutan kentang, dan digoreng sampai warna kecoklatan. Setelahnya matang baru kita kasih bumbu.

“Kuncinya, tidak boleh kena air karena hasilnya akan melempem,” terangnya.

Untuk usahanya, sudah 3 (bulan) berjalan. Setelah diri ikut pelatihan di Dinas Kesehatan, baru tertarik untuk produksi kentangnya. Hal itu juga berkat dorongan teman UMKM juga.

“Akhirnya saya memberanikan diri produksi dan saya masukkan di toko-toko camilan, alhamdulillah kok digemari masyarakat,” terangnya.

Baca Juga  Dorong Daya Beli UMKM Pangan Sebagai Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi

Harapanya melalui bazar ini produknya lebih dikenal masyarakat Bojonegoro, dan yang pasti omzet bisa semakin bertambah.

Reporter : Gok Ras

Komentar

Berita Rekomendasi