OTT wartawan, Ditengarai Penuh Rekayasa, Ratusan Aliansi Jurnalis Jawa Timur, Geruduk Kades dan Sekdes Mejoyolosari Jombang

Jombang,.Rodainformasi.com – Aksi ratusan Aliansi solidaritas Jurnalis yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan NTB mendatangi Kantor Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang pada Rabu (22/11/2023).

Para Aliansi jurnalis bertujuan menemui Kades dan Sekdes mejoyolosari untuk mengklarifikasi atas tertangkapnya AT dan SG wartawan media online,melalui operasi tangkap tangan yang dilakukan tim resmob Polres Jombang pada Rabu (15/11/2023) di halaman parkir Kantor Desa Mejoyolosari, usai menerima amplop coklat yg berlogo Pemdes.

Operasi tangkap tangan ( OTT ) terhadap kedua wartawan media online yang kini sedang ditahan di Polres Jombang diduga kuat penuh rekayasa. Info yang beredar amplop coklat tersebut berisi uang senilai Rp.1.500.000 atas kesepakatan kedua belah pihak yakni wartawan dengan Sekdes meminta agar persoalan yang dihadapinya tidak dipublikasikan terkait temuan tentang pembangunan jalan rabat beton Jalan Usaha Tani (JUT) di desa tersebut.

Setelah kurang lebih 3 jam ratusan wartawan tidak juga ditemui Kades dan Sekdes Mejoyolosari.
menurut informasi yang si himpun, Kades dan Sekdes sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait OTT wartawan kepada pihak berwajib.

Baca Juga  Gelar Karya Bakti TNI Satkowil, Wujud Kodim Bojonegoro Peduli Dengan Warga di Wilayah Binaan

Setelahnya, ratusan aliansi wartawan bertolak ke Kantor Pemda Jombang bermaksud menyampaikan aspirasi terkait kepentingan masyarakat. Sesampainya di Kantor Pemda, ratusan aliansi Jurnalis diterima oleh perwakilan Bupati walaupun sebelumnya sempat ada ketegangan antara wartawan dan Satpol PP penjaga pintu gerbang kantor Pemda Jombang.

Dan pada akhirnya diterima di ruang rapat pemda oleh perwakilan Bupati yakni Kadis Kominfo dan Kasatpol PP beserta jajaran, kemudian perwakilan Jurnalis menyampaikan beberapa pesan yang intinya bebaskan kedua wartawan yang telah ditangkap.

Setelah menyerap aspirasi wartawan, kemudian ratusan wartawan dari berbagai media tersebut langsung menuju Polres Jombang untuk meminta penangguhan penahanan dan mengklarifikasi ulang terkait peristiwa dan kronologis penangkapan para wartawan yang terkesan penuh rekayasa.

Dari pihak Polres, kemudian perwakilan wartawan dipertemukan dengan Sekdes mejoyolosari. Dalam pertemuan tersebut perwakilan aliansi wartawan menyampaikan agar kedua para wartawan yg ditahan tersebut dilakukan penangguhan penahanan. Pesan tersebut, menurut Kasat Reskrim Polres Jombang akan disampaikan kepada Kapolres Jombang.

Para aliansi wartawan akan tetap menunggu kabar dari hasil klarifikasi terkait persoalan yang menimpa kedua wartawan yg ditahan.( Iwan )

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Ajak Petani Pertahankan Keunikan Tembakau Jawa Di Desa Ngujung Temayang

Komentar