Deteksi Dini Virus HIV/AIDS, Lapas Lamongan Gelar skrining dan penyuluhan HIV bagi WBP

Lamongan, Rodainformasi.com –Petugas kesehatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jawa Timur Bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lamongan lakukan penyuluhan sekaligus skrining HIV dan sipilis kepada 80 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) , Senin (29/1).

80 orang WBP Lamongan dikeluarkan dari area blok dan diarahkan berkumpul di Aula Lapas Lamongan. Hal ini dalam rangka pengobatan rutin dan dilanjutkan dengan Skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas Lamongan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Binadik dan Giatja, Petugas Perawatan Lapas Lamongan,Para petugas dari Puskesmas Lamongan,dan diikuti oleh 80 WBP Lapas Lamongan.

Youman selaku Kasi Binadik dan Giatja dalam sambutannya mengungkapkan Pelaksanaan skrining dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan penularan HIV di lingkungan Lapas,”Skrining ini merupakan upaya penanggulangan sejak dini penyakit HIV pada WBP yang kami lakukan melalui pemeriksaan atau konseling,” ungkap youman.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan oleh salah satu petugas Puskesmas Lamongan mengenai HIV/AIDS , gejala-gejala HIV/AIDS,penularan,hingga antisipasi penularannya.

Baca Juga  BERJALAN DENGAN TERTIB, NAPI LAPAS LAMONGAN IKUTI ISTIGHOSAH BERSAMA PONPES THORIQUL ULUM LAMONGAN

Kemudian dilanjut dengan Skrining HIV dengan cara pengambilan sampel darah terhadap tahanan satu persatu, pengambilan sampel ini dilakukan terhadap tahanan laki-laki, setelah pengambilan sampel darah kemudian dilakukan pengecekan menggunakan Strip Tes HIV/Tes AIDS yang dibawa oleh tim medis.

Apabila hasil skrining diketahui ada indikasi WBP menderita HIV, maka pihak Lapas akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika ada yang terindikasi, akan dilakukan tes dahak dengan mengirimkan sampel dahak ke laboratorium rumah sakit untuk memastikan apakah WBP yang dicurigai benar sakit HIV atau tidak.

Mahrus,selaku Kalapas Lamongan memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Puskesmas Lamongan yang selama ini dengan serius telah membantu Lapas Lamongan, semoga kerja sama ini terus dapat dilaksanakan bahkan semakin ditingkatkan.”Kegiatan skrining HIV/AIDS merupakan wujud kolaborasi Tim Kesehatan Lapas Lamongan dengan Puskesmas Lamongan ini sangat penting artinya sebagai bentuk kegiatan deteksi dini kesehatan para WBP di Lapas Lamongan,” pungkas Mahrus.

Dari kegiatan skrining HIV dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan, diharapkan terdeteksi lebih dini kasus HIV di Lapas Lamongan dan mencegah penularan HIV antar Warga Binaan.(Hms / Red)

Baca Juga  Pemkab Bojonegoro Gelar Lomba Desa, Tiga Desa Terpilih Jadi Pemenang

Komentar