oleh

Dua Pelaku Pembudidaya Benih Lobster Ilegal Berhasil Ditangkap Ditreskrimsus Polda Jatim

๐‘ญ๐’๐’•๐’: ๐‘ฒ๐’‚๐’ƒ๐’Š๐’… ๐‘ฏ๐’–๐’Ž๐’‚๐’” ๐‘ท๐’๐’๐’…๐’‚ ๐‘ฑ๐’‚๐’•๐’Š๐’Ž ๐‘ฒ๐’๐’Ž๐’ƒ๐’†๐’” ๐‘ท๐’๐’ ๐‘ฎ๐’‚๐’•๐’๐’• ๐‘น๐’†๐’‘๐’๐’Š ๐‘ฏ๐’‚๐’๐’…๐’๐’Œ๐’ ๐’”๐’‚๐’‚๐’• ๐’‘๐’“๐’†๐’” ๐’“๐’Š๐’๐’Š๐’” ๐’…๐’‚๐’ ๐’Œ๐’†๐’…๐’–๐’‚ ๐’•๐’†๐’“๐’”๐’‚๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚ ๐’ƒ๐’†๐’“๐’”๐’‚๐’Ž๐’‚ ๐’ƒ๐’‚๐’“๐’‚๐’๐’ˆ ๐’ƒ๐’–๐’Œ๐’•๐’Š.

Surabaya, Rodainformasi.comโ€“Dua pelaku pembudidaya benih Lobster yang tidak memiliki izin berusaha. Berhasil ditangkap dan diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Selasa (15/6/21).

Pengungkapan dua pelaku tersebut merupakan hasil upaya kerja keras yang telah dilakukan oleh Petugas Kepolisian Unit IV Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

KabidHumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko dalam pers rilis menjelaskan, kedua pelaku yang diamankan memiliki peran yang berbeda dalam membudidaya benih Lobster.

โ€œUntuk pelaku RA ditangkap saat mengandarai mobil yang melaju di jalan Raya Rejotangan, Tulungagung didalamnya berisi 30.500 benih Lobster yang rencananya akan dijual kepada WNT,โ€ Papar Kabid Humas. (15/6)

Senada dengan Kabid Humas. Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi, yang mana pada saat melakukan pengecekan dan penggeledahan di rumah WNT ternyata didapati gudang yang dibuat menampung benih Lobster.

Baca Juga  Pencuri 3 Buah Handphone Dibekuk Unit Reskrim Polsek Kenjeran

โ€œDalam gudang tersebut ternyata sudah ada tempat yang rencananya akan dibuat sebagai tempat budidaya benih Lobster tersebut,โ€ jelas Wadirkrimsus.

Selanjutnya, petugas membawa kedua tersangka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari hasil penangkapan kedua tersangka tersebut, petugas berhasil mengamankan dua tabung oksigen, 30.000 yang berisi benih Lobster jenis pasir, 500 benih jenis mutiara, dan uang tunai, serta alat yang mendukung.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku kini dijerat dengan pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) UU nomor 11 tahun 2020 tentang pengelolaan perikanan tanpa izin, dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. (Bledex)

Komentar

Berita Rekomendasi