Ribuan Santri Ikuti Karnaval Pendidikan Dalam Rangka Harlah Ke -27 Ponpens SAQA

Probolinggo, Rodainformasi.com – Ribuan santri Ponpes Syekh Abdul Al Jailani (SAQA), Rangkang, Kabupaten Probolinggo menggelar Karnaval Pendidikan. Acara tersebut diadakan dalam rangka memperingati harlah pondok pesantren ke-27, Sabtu (18/3/23).

Dari ribuan peserta kirab mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi SAQA, mereka menunjukkan kekreatifannya dengan mengusung tiap-tiap budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebut saja Bali, Lombok, Sulawesi, Manado, Madura, hingga Papua.

Selain unjuk kemampuan berkreasi dalam bentuk busana dan miniatur budaya, mereka juga menjelaskan profil dari setiap budaya yang mereka usung di depan juri profesional dan jajaran pengasuh pondok pesantren SAQA.

Turut Hadir dalam kegiatan Karnaval pendidikan KH.Abd Hafidz Aminuddin beserta Ibu Ny. Hj. Badiatus Sholehah Hafidz. (Pengasuh Ponpes SAQA), Gus. H. Achmad Abdul Qodir, SE(Ketua Yayasan Ponpes SAQA) Beserta Ning Hj. Siti Roihana, Dan segenap dajaran dewan guru di Ponpes SAQA.

Ketua Yayasan Ponpes SAQA H. Ahmad Abdul Qodir/ Gus Qodir dalam sambutannya mengatakan,”Kirab ini adalah proses mengenalkan budaya, khususnya anak-anak milenial, di tengah gempuran gadget,” Gus Qodir

Baca Juga  Pembangunan Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi Resmi Dimulai, Tahap Awal Ruas Tol Gending - Besuki

Karena budaya kita wadah bisa berekspresi dan karena budaya kita bisa mendapatkan nilai-nilai yang kita butuhkan dalam hidup dan karena budaya kita bisa menyatukan suku dan budaya dalam satu wadah, yakni NKRI.

Gus Qodir mengatakan, Karnaval pendidikan merupakan persembahan santri SAQA untuk bangsa Indonesia, sehingga budaya bangsa tidak hilang. “Selamat, para santri, kalian luar biasa. Buktikan bahwasanya di situasi apa pun santri bisa tetap berkarya, inovatif dan bisa semakin teguh sebagai anak-anak bangsa,” tandasnya.

Sementara pesan Gus Qodir dalam Carnaval pendidikan ini, agar seluruh santri dan alumni tetap mengutamakan akhlakul karimah, wathoniyah dan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. “Kami sadar selama ini Ponpes SAQA adalah basis NU terbesar dan yang sudah diketahui masyarakat umum. Dengan acara ini, kami ingin berpesan agar seluruh lapisan masyarakat untuk setia dan menjaga NKRI,” urainya.

Kegiatan ini menjadi momentum yang penting. Para santri sebagai anak bangsa generasi penerus, harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan zaman yang sangat dinamis dan tidak bisa diprediksi.

Baca Juga  Cek Kesiapan Pos Pengamanan dan Penyekatan, Kapolres Trenggalek: All Out Amankan Lebaran

“Selain bagian dari syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi media silaturrahim antar santri, guru dari berbagai pondok pesantren untuk saling mengenal, terutama lingkup Kota Kraksaan dan sekitarnya ,” pungkasnya.

Carnaval pendidikan pagi ini sangatlah meriah, lantunan sholawat menggema, serta pernak-pernik pakaian adat nuansa nusantara dari para kontingen menghiasi suasana dan drum band, sepanjang jalan Kh. Abdurrahman wahid Rangkang, Kraksaan.(Bbng)

Komentar