Cegah Penyebaran TBC, Lapas Lamongan Laksanakan Kegiatan ACF TBC

Lamongan,Rodainformasi.com – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lamongan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur laksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberculosis (TBC) selama 3 hari yaitu tanggal 27, 28 dan 29 November 2023, Kegiatan ini merupakan Langkah konkret yang diambil sebagai tindak lanjut dari instruksi Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tentang skrining TBC dengan intervensi rontgen dada.

Skrinning TBC dengan intervensi rontgen dada itu sendiri bertujuan untuk mengoptimalkan angka penemuan kasus TBC secara aktif dan massif pada kelompok komunal yang beresiko tinggi atau rentan terhadap penularan atau penyebaran di dalam khususnya Lapas dan Rutan.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan sekaligus dibuka oleh Bapak Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lamongan. Turut hadir juga dr. Hilda selaku kepala Bidang P2P perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Ibu Elia Nur Thoyibah selaku PJ Program TBC Puskesmas Lamongan serta 210 orang WBP dengan target 625 orang WBP. Skrinning CXR (Rontgen Dada) dilakukan oleh tim vendor X-Ray Tirta Medical Center (TMC) dan juga di dampingi petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lamongan dan Puskesmas Lamongan.

Baca Juga  Pastikan Kesehatan WBP Lansia Tetap Terjaga, Lapas Lamongan Gelar Senam dan Pembagian Ekstra Ponding

“Dengan terlaksananya kegiatan ini, kami berharap bisa memberikan dampak positif dibidang Kesehatan, khususnya kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas,” harap Kepala Lapas Lamongan, Mahrus.

Beliau juga menekankan pentingnya kegiatan ACF TBC dalam meningkatkan kesadaran akan Kesehatan dan menjaga pola hidup sehat bagi Warga Binaan. “Kegiatan ACF RBC diharapkan mempercepat penanganan penyakit TBC terhadap Warga Binaan sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya Kesehatan serta menjaga pola hidup sehat bagi diri sendiri dan orang – orang di sekitar mereka. Kerja sama dengan Dinkes Kabupaten lamongan diharapkan penyebaran TBC dapat diminimalisir, minimal menurun hingga sampai di angka 0 atau zero.” Tambah Mahrus.

Sementara itu, dr. Hilda selaku Kepala Bidang Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) menyoroti aspek pemeriksaan Kesehatan intensif yang menjadi bagian integral dari kegiatan ACF TBC. “kegiatan ini melibatkan pemeriksaan Kesehatan secara intensif, terutama pada area paru – paru para Warga Binaan dengan intervensi rontgen dada. Kami berharap dapat mendeteksi dini kasus TBC dan segera memberikan intervensi yang tepat,” jelasnya.( Hms Lapas/ Red)

Baca Juga  Deteksi Dini Virus HIV/AIDS, Lapas Lamongan Gelar skrining dan penyuluhan HIV bagi WBP

Komentar