Merasa Terancam,HB. Mustofa Melaporkan A/S Warga Desa Jabung Candi, Yang Diduga Telah Mengancam Keselamatan Jiwanya

Probolinggo,Rodainformasi.com – Mustofa mendatangi Mapolres Probolinggo melaporkan atas dugaan tindak pidana pengancaman, yang di lakukan oleh warga desa Jabung Candi, berinisial A/S kepada dirinya sehingga dirinya melaporkan A/S kepolres Probolinggo, Provinsi Jawa Timur,  Sabtu,  p5/08/2023.

Pasalnya, kami Mustofa diminta untuk mewakili, mendampingi, menyelesaikan dan memberi bantuan hukum kepada SANAWI, SANEYA, ITRIAH, SANIMA, HATIMAH, SABEBE dan TRIS NIMA, mereka adalah pemilik tanah sesuai dengan akta pembagian hak Bersama nomor: 472/PPAT/X/PAITON/2005, akte pembagian hak Bersama nomor: 473/PPAT/X/2005, akte pembagian hak Bersama nomor: 474/PPAT/X/2005 dan akte pembagian hak Bersama nomor: 475/PPAT/X/2005;

Mirisnya, disaat kami diminta oleh yang memberikan kuasa kepada kami, agar membawa tukang dan kuli bangunan yang hendak membuat ruamah, maka kami mengajak tukang dan kulinya sebanyak 10 orang, namun mirisnya di saat para tukang dan kuli mau melakukan pekerjaannya datanglah yang berinisial  A/S menantunya, menghalangi para tukang dan mencegah mereka agar tidak melanjutkan pekerjaannya.

Terjadilah mediasi antara A/S dan keluarga ibu SANAWI CS di salah satu rumah saudara A/S untuk menanyakan alasan dan kenapa A/S tidak mengijinkan pembangunanan tersebut.

Baca Juga  Karaoke Ilegal Berkedok Cafe Makin  Marak Di Tuban, Sat Pol PP di Duga Tiarap

Masih kata HB Mustofa,   A/S, menjelaskan,
Bahwa, dia tidak mengijinkan pembangunan tersebut karena merasa memiliki hak atas tanah tersebut dan mengaku sebagai salah satu ahli waris dari tanah yang dimaksud.
Bahwa sebelumnya A/S sudah pernah melakukan mediasi dikantor desa dengan keluarga ibu SANAWICS,  namun saat itu  A/S tidak bisa menunjukkan kepemilikan atau bukti lain yang bisa menunjukkan A/R sebagai pemilik tanah tersebut.

Diujung mediasi, terjadilah pengancaman dari A/S kepada HB.MUSTOFA, peristiwa pengancaman ini  di depan kepala desa Jabung Candi, dan tukang,  kalau sampean masih ngotot mau tak bacok ya….” kalau bahasa madura  ”mun ghik pancet, carok” “jhek terussaghi mun tak aghiliyeh dhere” sambil lalu beberapa kali A/S,  hendak berdiri mau ngambil clurit, namun dicegah oleh kepala desa Jabung Candi, atas perbuatan tersebut kami merasa tidak nyaman dan jiwa saya merasa teranca,  sebingga kasus pengancaman ini kami laporkan ke polres Probolinggo.

Kami tekankan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Probolinggo agar segera mengindahkan memproses laporan kami sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tutupnya.

Baca Juga  Respon Cepat Polisi dan Masyarakat Probolinggo Tangani Banjir

Demi berimbangnya dan akuratnya pemberitaan awak media menghubungi A/S sebagai terlapor, melalui panggilan  Celuler namun dirinya tidak merespon, sampai berita ini di publikasikan. (Bbng)

Komentar